laporan si raditz dari solo

sorry terlambat nge post nya !!! 

Begitu menginjakkan kaki di lapangan alun2 Solo sore itu, entah mengapa gue merasa sore ini bakalan lain daripada sore2 yang telah gue lalui selama hidupku. Dan entah mengapa ketika malam beranjak menyapa.. gue juga merasa ini adalah malam yang laen dari malam biasanya. Gue cuma merasa aja…

Setelah berbuka bareng temen2 yang laen, kita briefing sebentar untuk mengkoordinasikan gimana rencana kita pada waktu acara nanti. Setelah briefing selesai dan suara Tian mulai terdengar membahana di alun2 segera kita ke lokasi panggung. Sementara anak2 yang laen ke panggung, gue, Al, ama Oggyz punya tugas yg harus kita kerjain, yaitu nyari manajernya Tian untuk konfirmasi setelah acara selesai apakah kita bisa mendapatkan waktu sejenak bersama Tian dengan tujuan utama adalah peresmian forum. Selain itu juga untuk konfirmasi apakah setelah acara selesai Tian langsung check out dari hotel dan langsung terbang ke Jakarta.

Kita pun mencari ‘manager’ Tian yang menurut kita adalah seseorang yg kita temui pada hari Sabtu, hari sebelumnya. Setelah kita bertiga muter keliling panggung dari luar, kita liat tuh ‘manager’ ada di tengah lapangan. Kita dah teriak2 dan melambai2 tangan tapi dia ga denger, soalnya kalah ama suara cek sound band. Ya udah akhirnya kita telpon Tian, dan Tian pun ke pinggir lapangan menemui kita. Kita bilang mau ketemu manajernya dia, tapi dengan malu2 dan agak sedikit canggung Tian bilang “Ada sih manajer gue, tapi buat apa sih?” Nah, dari sikap Tian yg seperti ini kita bertiga ga berani mau maksa Tian buat ngasih tahu siapa manajernya, tapi kita bilang cuma buat konfirmasi jadwal abis acara ini. Lalu Tian bilang “Ya udah ntar gue kasih tahu dia. Nanti yaa..” kata Tian sambil balik ke panggung.

Yaahh… Gagal deh kita ketemu ama manajernya Tian. Tapi kita bertiga ga nyerah gitu ajah. Gue bilang kita harus ketemu aja ama bokapnya Tian. Siapa tahu dia mau ngasih tahu siapa manajer Tian, atau spekulasi gue, malah justru bokapnya Tian sendiri lah manajer Tian itu. Untungnya Oggyz udah tahu bokapnya Tian yg mana, soalnya hari sebelumnya dia sempet wawancara singkat ama bokapnya Tian. Lalu kita bertiga puter2 di sekeliling luar panggung. Ampyun dah, susah banget nyari 1 orang diantara bejibun orang di alun2. Sempet gue mulai putus asa, tapi alhamdulillah si Oggyz teriak “Itu bapaknya Tian, itu.. itu…” sambil nunjuk seseorang. Segera kita bertiga ke arah orang itu. Kemudian kita kenalan sejenak, dan memang bokapnya Tian. Kita utarakan maksud kita buat ngobrol2 bentar mengenai Tian dan forum. Akhirnya Om Razak ngajak kita buat ngobrol sambil ngopi. Tadinya mau ngobrol di angkringan kopinya, tapi ya ampyuuun, buseettt dah,
di belakangnya ada genset yg suaranya bikin telinga mo meledak. Akhirnya dapet ide buat ngopi sambil lesehan, scara abang yg jual kopi punya tikar. Segera kita cari tempat yang nyaman dan terang. Tikar dibentangkan dan mulailah kita bertiga ngobrol sambil di shoot ama Oggyz.

Malam semakin kelam. Dibawah naungan pohon palem dan ditemani sapuan lembut Sang Bayu yang dingin menerpa wajah dan tubuh tapi tidak sedikitpun menggoyahkan tekad kami bertiga. Dan Om Razak yang sangat berbaik hati mengabulkan keinginan kami. Dan percakapan pun dimulai.

MERAH = FORUM
BIRU = OM RAZAK
UNGU = TIAN

Kita mulai dari memperkenalkan diri ke Om Razak bahwa kita dari KOPER PUTIH, Forum Putri Titian. Perkenalan diri pribadi dan juga kedudukan dalam forum.
Kemudian gw jelasin secara rinci dan sejelas mungkin ke Om Razak tentang forum kita, bagaimana strukturnya mulai admin sampai member dan bagaimana tugas2 setiap divisi atau group. Termasuk jumlah admin, moderator, dan jumlah member terakhir sampai saat kita di Solo tersebut.

Om Razak menanggapi dengan terkejut. Om kaget ternyata fans Tian banyak juga, dengan anggota forum sudah lebih dari 800 orang. Selain itu Om Razak juga kagum mengapa kita masih ada waktu juga buat bikin forum seperti itu. Om Razak nanya apakah ada manfaatnya buat kita?
Gw jawab dengan adanya forum itu maka sangat bermanfaat untuk kita para Tianers, yaitu saling berbagi informasi, data, berita, dan semuanya tentang Tian dalam 1 wadah khusus yaitu forum. Selain itu juga akan menambah teman walaupun dalam konteks virtual, tapi banyak juga yg kemudian saling ketemu secara fisik. Dan yang pasti akan menambah luas pergaulan kita. Dan yang pasti untuk memberikan dukungan pada Tian walaupun di dunia maya.

Kita tanya apa jadwal Tian setelah acara ini. Apakah Tian langsung check out dari hotel dan terbang ke Jakarta atau bagaimana? Kalau bisa kita dari forum ingin minta waktu khusus sebentar untuk bertemu Tian dengan tujuan utama adalah Peresmian Forum Oleh Tian Sendiri.
Om Razak bilang sebenarnya maunya malem ini juga balik ke Jakarta soalnya besok siang Tian sudah harus syuting lagi. Tapi sayangnya dapet pesawat penerbangan besok pagi. Jadi malem ini belum check out dan masih menginap di hotel. Soal minta waktu Om Razak mengizinkan, tapi nanti di lobby hotel saja. Setelah acara selesai. (Huuuffff…. gue bener2 bersyukur Tian ga langsung balik ke Jakarta, dan lebih bersyukur lagi ternyata Om Razak memberi waktu khusus buat kita).

Kemudian gue tegasin lagi ke Om Razak apa itu REPORTER dalam forum dan tugasnya yaitu MENGHUBUNGKAN ANTARA FORUM DENGAN TIAN SECARA LANGSUNG. Otomatis salah satu TUGAS DAN KEWAJIBANNYA ADALAH MENELPON TIAN DAN SMS TIAN. Gue tegasin lagi ama Om Razak bahwa setelah adanya Reporter maka kita telah sepakat bahwa HANYA REPORTER YANG BERHAK DAN WAJIB MENELPON TIAN UNTUK DAN ATAS NAMA FORUM. Dan Tian pun telah tahu adanya Reporter dan memang kewajiban dia buat nelpon Tian. Disini kita berlakukan adanya Reporter adalah karena semakin banyaknya fans Tian (termasuk Tianers) yang mempunyai nomer telpon Tian. Sehingga semakin banyak pula orang yang menelpon dan sms Tian, dan banyak pula yang nelpon untuk urusan gak penting alias cuma ganggu Tian. Dan dari beberapa kali percakapan Reporter dengan Tian pun bisa diketahui bahwa Tian sampai jengkel dan stress menghadapi semakin banyaknya yang nelpon dia. Pernah sampai suatu ketika Tian sama sekali tidak mau menghidupkan nomernya. Sehingga Reporter pun tidak bisa menghubungi Tian lagi. Dan forum pun kehilangan kontak dengan Tian. Lama berselang Tian tetep tidak bisa dihubungi. Sehingga forum pun merasa Tian sudah sombong dan tidak mau bergaul lagi dengan forum. Padahal sebelumnya Tian sudah janji mau memberikan nomernya yang baru HANYA PADA REPORTER, dan bahkan Admin pun belum tentu diberi oleh Tian. Tapi tetap tiada kabar dari Tian. Akhirnya dengan berat hati Admin memutuskan untuk menutup forum untuk sementara waktu. Paling tidak sampai ada kabar dari Tian perihal mengapa dia tidak mau lagi “menanggapi” anak2 forum. Tapi akhirnya ada juga kejelasan dan Tian bisa dihubungi lagi. Memang pokok permasalahannya ada pada telpon dan sms gak penting yg datang bertubi-tubi ke nomernya Tian dan menyebabkan Tian benci banget ama nomernya dan akhirnya tidak diaktifkan untuk berapa lama. Setelah masalah clear baru forum dibuka kembali.

Om Razak memahami sepenuhnya tentang masalah ini. Dan beliau pun menerima dengan jelas apa itu Reporter dan Tugasnya. Memang Om Razak sendiri juga sudah capek melihat “gangguan” melalui telpon itu. Pada awalnya memang Tian dengan lapang menerima setiap telpon yang masuk. Namun yang namanya manusia itu memang tidak ada puasnya. Sudah diberi kelonggaran gitu tapi malah minta lebih lagi. Dan semakin sering aja beberapa orang nelpon Tian, bahkan cuma buat nanya hal2 yang bener2 gak penting. Dan yang bikin masalah adalah waktu mereka nelpon itu Tian sedang ada take penting, sedang sekolah, sedang tidur, atau sedang istirahat. Dan itu sangat mengganggu Tian. Kalau tidak ditanggapi maka nanti Tian dikira sombong, tapi bila ditanggapi pun akan semakin berlanjut dan tidak akan ada
habisnya. Pihak Tian pun serba salah. Oleh karena itu solusi terbaik adalah Tian akan ganti nomer HP.

Setelah akhirnya saling memahami akan kebutuhan dari pihak forum maupun pihak Tian, betapa baik hatinya Om Razak mau mengamanatkan nomer hapenya sendiri kepada gue dan Al. Dan Om Razak pun menyimpan nomer gue ama Al. Sehingga suatu ketika nanti bila Tian ada agenda atau kegiatan di daerah maka Insya 4JJ Om Razak akan memberitahukan ke gue atau Al. Atau sebaliknya jika lama tidak ada kabar dari Tian, maka dari pihak Reporter yang akan dengan aktif tanya ke Om Razak.

Selanjutnya gue bikin dalam model tanya jawab…

Forum : Maaf Om, bolehkah kita tahu sebenarnya siapa manajer Tian saat ini? Kalau boleh kita dapat kontak atau nomer hpnya. Soalnya kita sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang agenda kegiatan Tian yg up to date. Jadi contohnya Tian ada acara di kota A misalnya, maka forum segera tahu dari manajer dan memberitahukan di forum Tianers di kota A tersebut untuk datang ke tempat acara. Pernah kita telpon Frame Ritz untuk tanya tentang manajer Tian, tapi tanggapan dari FR kurang begitu bagus. Di sisi lain kita juga ngga enak kalau mendesak Tian untuk tahu jadwal dan agenda dia.
Om Razak : kalau manajer Tian, kita tidak memakai sistem atau birokrasi yang rumit. Jadi ditangani keluarga saja. Selama masih bisa saya tangani sendiri ya saya pegang sendiri. Kalau mengenai masalah jadwal dan agenda Tian bisa hubungi saya. (jadi kesimpulannya di sini adalah manajer Tian itu bokapnya sendiri, Om Razak. Pantesan Tian malu2 waktu kita tanya siapa manajernya, scara bokapnya sendiri getoo…)

Forum : Tian sebenarnya ke Solo dalam rangka apa ya Om?
Om Razak : jadi Tian ke Solo sebenarnya bukan dalam kegiatannya dia, tapi dia diundang dalam acara Jabatrend ini. Om punya temen, dan dia yang menyelenggarakan acara ini. Karena dia teman baik Om, dan juga karena Jabatrend itu sebenarnya suatu penghargaan baik itu terhadap artisnya itu sendiri dan khususnya penghargaan Om terhadap teman Om, maka ya jadilah Tian ikut dalam acara ini. Walaupun kalau dilihat dari segi finalsial Tian tidak mendapatkan apa-apa.
Sedangkan dari pihak Tian harus mengorbankan waktu, contohnya seharusnya syuting FTV baru sudah mulai take kemarin tapi Om undur untuk acara ini. Dan mungkin untuk ke depan acara ini akan berlanjut terus dari satu kota ke kota lain. Jadi konsepnya adalah sebuah Mall Berjalan, jadi dalam suatu area yg luas ada tenda2 tempat orang jualan, dan ada trailer atau panggung tempat acara dan hiburan. Jadi pengunjung masuk beli tiket dan di area itu bisa milih beli2 di tenda2 atau sekedar melihat dan menikmati acara di trailer atau panggung. Contohnya kemarin yg bagus di Karawang. Nah, kalau gitu situ pasti balik nanya, lha Om, kalau ndak ada manfaat buat Tian kenapa Tian mau ikut acara ini? Nah, manfaatnya adalah contohnya seperti bisa bertemu dengan kamu gitu. (ampyun dah gue ama Al ampe malu2 Om bilang gitu.. sambil bilang makasih ama Om..). Tanpa mengeluarkan biaya Tian bisa ketemu fansnya di daerah. Misalnya di Karawang bisa ketemu fansnya di Karawang. Di Bogor ya ketemu fansnya di Bogor. Nanti tanggal 5 katanya di Tasik, Jawa Barat.

Forum : Kegiatan terakhir Tian sekarang apa ya Om? Apa sedang syuting FTV baru?
Om Razak : Kegiatan terakhir Tian sedang siap2 syuting untuk striping FTV baru, FTV yang kejar tayang, jadi berseri. Kalau judulnya masih belum boleh
diberitahukan. Tapi untuk FTV yg akan tayang itu ada 3 atau 4 FTV.
(mungkin maksud Om Razak adalah ALAC, Mr. BON, dan Poppy Bobby)

Forum : Saat ini Tian kan terikat kontrak dengan Frame Ritz. Ada rencana atau kemungkinan untuk pindah ke PH lain? Contohnya di forum lain ada Om Glenn yang dari PH MD yang berusaha keras buat ‘merebut’ Tian dari FR untuk masuk ke MD. Dan karena hanya FR, maka sampai saat ini pun Tian cuma muncul di 1 stasiun TV saja yaitu SCTV. Bagaimana itu Om?
Om Razak : Memang saat ini Tian terikat kontrak dengan FR, kontrak terakhir adalah mengikat selama 1 tahun. Dan selama kontrak masih berlaku Tian tidak mungkin ikut kontrak dengan PH lain. Bila kontrak selesai, pindah ke PH lain pun tidak mustahil. Tapi bukan berarti kita langsung meninggalkan FR. Karena kita tidak bisa meninggalkan begitu saja “orang” yang telah membesarkan kita. Itu bukan suatu hal yang baik. Tapi hanya terikat pada 1 pihak saja itu juga kurang begitu bagus. Jadi mungkin nantinya tetep dengan FR tapi juga dengan PH lain, tapi bukan suatu kontrak yang mengikat, semacam kontrak per judul FTV saja. Kalau kita lihat dan membandingkan antar PH, maka tiap PH itu punya sistem sendiri2. Contohnya PH MD punya sistem mereka PASTI pakai artis2 yang memang sudah naik daun dan banyak masyarakat tahu. Jika pakai artis baru mereka tidak melihat dari sisi kemampuan dan kualitas akting si artis, tapi lebih cenderung ke arah nilai jual dari segi face alias tampang saja. Jadi asal cantik atau tampan walau tanpa akting yang bagus, asal MD merasa ni anak bisa punya nilai jual ya mereka pakai. Selain itu dari segi skenario dan cerita biasanya MD banyak pakai cerita yang sudah pernah dipakai oleh PH lain, dengan penambahan di sana sini. Mereka jarang sekali pakai cerita yang bener2 fresh dan original. Sedangkan dari FR sendiri sistemnya sangat beda. Mereka berani pakai artis2 baru dari nol yang sama sekali belum terkenal. Namun dengan kualitas akting yang jauh lebih lumayan bagus. Selain itu dari segi skenario FR selalu pakai cerita yg benar2 fresh, baru, dan original. (Betul juga tuh Om Razak, coba lo liat ajah tuh sinetron Cinderella yang gak jelas. Trus liat si Cinta Laura. Terbukti kan tampang lebih dominan daripada aktingnya.)

Forum : ……… (sebenernya kita baru mau nanya lagi, tapi Om Razak lebih dulu nambahin comment mengenai perjalanan Tian dan FR)
Om Razak : bukan bermaksud sombong, tapi jujur saja, Tian memulai semuanya dari nol. Dari bawah sekali. Sebelum sampai saat ini, duluuu sekali sebenarnya Om tidak memaksa Tian untuk masuk dunia akting. Tapi karena Om ada latar belakang seni dan Om lihat sepertinya Tian tertarik maka Om coba untuk pertama kali memasukkan Tian ke dunia itu. Om masukin dia dalam beberapa casting. Memang susah awalnya kalau hanya dari nol, saingannya banyak dan berbakat. Tapi entah mengapa setiap kali Tian sudah ada di atas atau kasarannya dalam posisi 3 besar pasti dia “kalah”. Begitu terus setiap casting. Sehingga Om menyimpulkan, sebenarnya Tian itu bisa dan mampu, cuma mungkin ada kelemahan di beberapa segi. Dari sini Om mulai menganalisis, sebenarnya dimana kelemahan Tian itu. Setelah Om dapatkan kelemahan itu, Om masukkan dia ke dalam Teater, sekedar menambah ilmu akting buat dia. Tapi itu pun Om kasih sebentar saja. Soalnya Om agak khawatir Tian terlanjur suka Teater dan lupa sekolah cuma untuk hidup di teater saja. Setelah Om anggap cukup Om stop itu teater. Dan Om mulai bimbing dia masuk casting2 lagi. Yah untuk awalnya Tian dapat 1 scene, Om masih ingat itu judulnya Mencari Tari. Dari situ Tian kemudian mendapat beberapa FTV yg di dalamnya dia dapat 2 atau 3 scene. Tapi Tian masih belum naik juga. Setelah itu Om dihubungi oleh salah satu sutradara di FR, Om tidak perlu sebutkan namanya, yang dia sangat berani memasukkan Tian menjadi tokoh utama dalam FTV yg dia kerjain, judulnya Jungkir Balik Dunia Sissy. [color=red](denger itu guw ama Al langsung kontan nyebut Thomas Nawilis). Om Razak pun kaget, dan mengiyakan memang Nawilis yang meminta langsung ke dia. Om ragu Tian bisa, dan Nawilis pun ditentang keras oleh pihak FR karena mengambil resiko dengan memakai artis baru seperti Tian. Tapi Nawilis bilang ke Om, insting dia nggak pernah salah. Dan setelah di tayang di SCTV, ternyata diluar dugaan FTV itu ratingnya sangat tinggi dan akhirnya bisa menang di festival film di Bandung. Sejak itulah penonton mulai tahu nama Putri Titian. (emang bener2 mantab tuh Thomas Nawilis. Dia emang sutradara ngetop! Kita semua berhutang ama dia bro, soalnya dia-lah yang telah mengangkat nama Tian ampe kayak gini, kapan2 kita harus jadwalin ketemu ma Nawilis niihh…)

Forum : Apakah om lebih mementingkan akting Tian daripada sekolah atau pendidikan Tian?
Om Razak : Keduanya penting untuk Tian. Jadi akting jalan, sekolah pun jalan. Seperti sekarang Tian pindah IPS karena merasa tidak mampu mengikuti bila dia di IPA. Dan nantinya bila Tian kuliah pun mungkin mengambil yang mendukung terhadap keadaan dia sekarang dalam konteks dunia akting.

Forum : Tian kan sudah terkenal sekarang Om, kemudian bagaimana Tian di sekolahnya, maksudnya hubungan dengan teman di sekolah apakah dia tetep sebagai teman biasa atau dianggap artis dan eksklusif dimata teman2nya?
Om Razak : Oh, hubungan dengan teman baik2 saja. Tidak ada pembedaan dengan teman2 sekolahnya walau dia sudah masuk TV. Jadi ya kalau di sekolah dia tetep sebagai anak sekolah. Bergaul biasa dengan teman2nya.

Forum : Kalau Tian syuting kan sering izin sekolah, lalu bagaimana dengan catatan dan pelajarannya Om? Apakah Tian selalu tertinggal? Dan bagaimana dengan pihak sekolah jika Tian sering izin seperti itu?
Om Razak : Memang Tian sering izin untuk syuting. Karena merasa tidak mampu itu sekarang dia pindah ke IPS. Tapi bukan berarti Tian selalu ketinggalan pelajaran. Di sekolahnya, entah gimana dia usaha Om ga tahu, sudah ada temennya yang mencatatkan pelajaran tiap kali Tian izin. Soalnya kalau fotocopy tidak diperbolehkan sama gurunya. Lalu Tian yahh.. ngajak temennya itu kemana gitu, diajak makan atau dibeliin sesuatu. Ada saja akalnya anak itu. Jadi soal mencatat sudah beres. Lalu dengan pihak sekolah memang pada awalnya bermasalah, tapi setelah ada pengertian dari sekolah sekarang sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan ada salah satu guru di sana yang selalu siap mem-backup Tian jika ada masalah dengan sekolah lagi.

Forum : Dengan Tian pindah IPS berarti cita2 Tian untuk jadi pilot semakin menjauh ya Om. Kenapa Tian mau jadi pilot? Kira2 Om tahu alasannya?
Om Razak : Oohh… iya.. iya… Memang Tian dulu waktu kecil bilang kalau cita2nya jadi pilot. Om tanya kenapa kok anak cewek mau jadi pilot? Dia bilang
jadi pilot itu enak, bisa bebas terbang ke mana saja, ke Amerika, ke Eropa, dan lainnya. Yah mungkin dengan keadaan sekarang memang semakin tidak mungkin. Tapi boleh kan seseorang tetep punya cita2.

Forum : Saat ini Tian masih terbatas di TV saja. Apakah ada kemungkinan Tian untuk main di layar lebar?
Om Razak : Kalau untuk saat ini memang Om belum mengizinkan Tian untuk di layar lebar. Dunianya sangat berbeda dengan dunia TV. Seandainya ada tawaran pun saat ini Om tetap belum mengizinkan. Menurut Om cerita dalam film di layar lebar itu terlalu dewasa untuk Tian, belum waktunya, dan juga biasanya ditambahi suplemen yg ‘nggak bagus’ semacam adegan ciuman dan lainnya.

Forum : Seandainya ditawari untuk layar lebar tanpa adegan semacam itu apakah Tian diizinkan?
Om Razak : Tetap Om belum izinkan. Pokoknya untuk layar lebar Tian belum saatnya. Lalu situ dan yang lain pasti bertanya-tanya, kenapa Tian sampai saat ini masih juga kesana kemari masih dengan papanya. Wong Tian udah SMA. Nah, sebenarnya bukan Om tidak percaya sama Tian, tapi Om cuma ingin melihat dan mengawasi saja bagaimana “keadaan sebenarnya” di lapangan contohnya waktu syuting dan lainnya. Dari situ Om bisa belajar dan memahami. Sehingga suatu saat nanti jika Tian sudah kuliah misalnya dan harus syuting 3 hari 3 malam nggak pulang gitu, Om sudah tahu dan yakin apa yg Tian kerjakan. Jadi Om tidak ragu melepas dia sendiri suatu saat nanti.

Forum : Untuk pemilihan skenario dan cerita yang akan Tian mainkan apakah Om juga menyeleksi dahulu mana skenario yang “pantas” untuk Tian?
Om Razak : Oh tidak. Skenario tidak selalu kita terima pada waktu teken kontrak. Sudah sering skenario baru diterima sesaat sebelum take. Jadi harus ngapalin saat itu juga. Kalau seperti itu jelas kita tidak bisa seleksi skenario.

Dari sini Om Razak balik nanya ke kita…

Om Razak : Om sampai heran, apa sih sebenarnya yang kalian sukai dari Tian sampai2 masih ada waktu juga buat forum dan berkumpul seperti ini. Menurut Om Tian itu yah nggak cantik2 amat, pinter juga gak begitu, tapi kenapa kalian begitu suka sama Tian?
Forum : (ya ampyuuunnnn…. guw ama Al ampe malu2 sambil ketawa2 njawab gini…) Ya karena kepolosannya itu Om. Tian itu apa adanya. Ga dibikin2. Konyol dan kocak. Karena apa adanya itulah yang bener2 bikin kita suka banget sama Tian Om…

Om Razak pun segera menanggapi…

Om Razak : iya.. betul.. betul itu.. Situ bener tuh. Memang Tian itu polos dan apa adanya. Om sendiri sampai heran dan geleng2 kalau lihat dia. Om contohkan kalau dia jalan2 sama temennya, lihat ada orang jual kacamata di pinggir jalan. Ya udah langsung nyelonong gitu aja nyoba2 kacamata sama temennya. Trus
juga kalau pas jalan2 dia capek, langsung aja duduk di sembarang tempat, dilantai, dimana saja. Karena apa adanya itu dia ngga pernah mikir dan peduliin kalau dia itu udah mulai jadi public figure. Yah itu lah Tian yang polos dan selalu apa adanya…
(kata Om Razak sambil senyum2 dan ketawa kecil…)

Forum : Lebaran nanti ada rencana mudik ke Palembang Om?
Om Razak : rencana sih pasti ada. Tapi mungkin tidak dulu. Setelah lebaran Tian langsung ada syuting striping FTV baru. Jadi mungkin lebaran di Jakarta saja.

Begitu muncul kata “Palembang”, obrolan kita bertiga mulai berubah, semakin santai banget.
Apalagi Om Razak sampai cerita banyak mengenai dia dan keluarganya mulai dari dia masih bujang ampe sekarang.
Padahal baru aja kenal gue ama Al, tapi Om udah ‘curhat’ sampai segitu banyaknya.
Om Razak bener2 ramah dan welcome banget ama kita.
Tapi ngga perlu gue tulis disini apa cerita pribadi Om Razak.
Gue tulis yg penting2 ajah dan berkaitan dengan Tian.

Forum : Apakah Om dan mamanya Tian asli Palembang? Dan sejak kapan pindah ke Jakarta?
Om Razak : Oh enggak..enggak… Om kerja di Palembang, dibagian perkayuan, sejak masih bujang. Lama di Palembang sekitar 15 tahun. Di situ Om ketemu mamanya Tian, lalu menikah dan tetep di sana. Tapi karena perkayuan tempat kerja Om di area hutan. Jadi disitu semua lengkap mulai dari sekolah sampai swalayan. Tapi tetap saja di area hutan. Kemudian Tian lahir. Sejak Tian kecil Om sudah berpikir, bagaimana nanti perkembangan Tian di tempat seperti ini. Akhirnya
sampai Tian kelas 1 SD Om minta pindah ke Jakarta. Dan sejak kelas Tian 1 SD Om sudah tinggal di Jakarta.
(dari sini belum jelas apakah Om Razak dan Tante Ruminawati asli Palembang. Tapi yg jelas Om Razak di Palembang karena ditugaskan di sana. Ntar di bagian akhir ada “clue” mantab tentang asal usul Tian
sebenarnya.. so.. keep reading bro…)

Forum : Tian kan anak paling tua Om, bisa diceritakan sedikit tentang ketiga adiknya Om?
Om Razak : Iya Tian anak paling tua. Adiknya ada 3. Cowok, cewek, cowok. Yang cowok kelas 3 SMP. Yang cewek kelas 2 SD. Dan yang terakhir cowok masih bayi, umur 8 bulan. (gue tambahin, dari formulir biodata yang diisi ama Tian, disitu ditulis nama adiknya Raja, Garis, Tigor. Di rekaman Tian bilang “Adek gue yang masih bayi, Raja, dst…..” Berarti dari sini bisa disimpulkan adik Tian yg cowok terakhir itu namanya Raja. Berarti tinggal Garis ama Tigor. Klo cewek sih menurutku namanya yg Garis, soalnya kalau Tigor itu tipe nama cowok. Jadi urutannya adalah Tian, Tigor, Garis, Raja. Gimana pada setuju kan?)

Forum : Pernah kita denger gosip kalau Om punya Travel Agent. Kalau ngga salah namanya Nusantara Tour and Travel. Benar Om?
Om Razak : Nggak, saya nggak punya travel agent. Kalau usaha sampingan ada tapi bukan travel.

Forum : Bagaimana dengan kabar bahwa punya Cafe dan Toko Putri Om?
Om Razak : Kalau cafe nggak juga, saya nggak punya cafe. Tapi kalau Toko Putri memang benar. Kok situ tahu? Darimana? (gue cuma senyum2 belom sempet jawab) Itu toko jual bahan pakaian. Yang nunggu ya istri saya, Mamanya Tian. Karena itu yang selalu nemenin Tian ya Om, soalnya mamanya sibuk di toko.

Forum : Toko itu di rumah atau di tempat lain Om, misalnya ruko gitu?
Om Razak : Bukan di rumah. Masih agak jauh dari rumah. Nyewa tempat gitu.

Yahh… Kira2 itulah isi ngobrol kami bertiga yang bisa gue inget.
Setelah acara hampir selesai kita pun bergegas ke panggung.
Hahahah… iya gue inget, waktu gue mau bayar kopinya, sama Om Razak ga boleh, malah dibayarin ama Om Razak. Padahal yang ngajak ngobrol itu kan gue ama Al.
Tapi karena Om Razak udah ngasih duit ke penjual kopinya ya udah deh. Malu gue…. hehehehhehe….

Oh iya ini gue tambahin waktu ngobrol lagi sebentar di Lobby hotel waktu peresmian forum.

Om Razak pesen. Pokoknya antara pihak forum dan Tian harus saling sharing, ada komunikasi gitu. Pihak Tian kini telah tahu ada forum yang akan selalu mendukung Tian. Dan sebaliknya pun pihak forum juga butuh info up to date tentang Tian untuk para Tianers. Karena saling sharing Om Razak mohon jika forum akan memutuskan sesuatu dalam skala besar dan massal sebaiknya pihak Tian juga diberitahu, untuk menghindari hal2 yang kurang baik dan tidak diinginkan. Misalnya Om Razak contohkan forum ingin membuat kaos bersama, maka sebaiknya pihak Tian juga diberitahu. Kalau cuma untuk dipakai bersama dalam forum sih tidak apa2. Tapi kalau sudah sampai pakai gambar Tian, dan dijual lagi, itu nanti akan menimbulkan hal yang tidak baik bagi pihak Tian.

Truusss….
Gue nanya ke Tian soal arti namanya.

Gue : Put, sebenernya apa sih arti nama lo Putri Titian Asih itu?
Tian : Nanti ada di Gaul. Di Majalah Gaul. Tapi sebenernya ga ada artinya sih, tau deh, tanya bokap gue yang ngasih nama.
Om Razak : Titian Asih itu kan kata dasarnya Titian ya, kalau Asih saya rasa Orang Jawa pasti udah ngerti yah, jadi itu untuk menjembatani antara Om dengan istri Om, supaya ada suatu jalinan gitu. Tapi sebetulnya bukan itu, jadi karena dulu Om seneng seniman, kerja membaur dengan seniman, jadi Om seneng ama seniman, dan saking senengnya itu ada seniman di Eropa yang namanya Titian makanya Om ambil juga Titian dari situ.

Nah terjawab sudah apa arti nama Putri Titian Asih itu.
hahahahahah….

Oh iya, waktu di Solo ini kita juga sempet kenalan ama Mas Gatot, kalau gak salah dia Event Organizer-nya Jabatrend. Tapi sayangnya lupa gak minta nopenya.

Gue : Mas, Tian ma Jabatrend ke Jogja nggak nih? Kira2 kapan ya mas?
Mas Gatot : Oh.. Jogja pasti ada jadwal lah. Tapi belum pasti. Ntar kmu hubungi saya yah, nanti kalian aja yang mengkoordinasi waktu Tian di Jogja.

Gludaaaakkkkk……!!!!!
Gue ama Al cuma bisa ketawa ngakak waktu denger itu.
Koordinasi sih bisa2 ajah, tapi duitnya dari mana getoooo… Kecuali Mas Gatot ngasih… (bisik2 gue ama Al)

Mas Gatot : Gak usah nginep di hotel. Nginep di rumah kakeknya Tian aja. Rumahnya luas dan tenang.

Howh!!!
Ternyata kakek Tian di Jogja???!!!
Berarti Tian sebenarnya ‘berdarah’ Jawa donk….

Dan waktu denger Mas Gatot bilang kakeknya Tian di Jogja juga langsung dibenarkan ama Om Razak. Mas Gatot juga sempet 1 kali menyebutkan nama kakeknya Tian tapi sayang banget gue ama Al lupa ga nyatet ato nginget namanya. Sial. Gara2 terlalu fokus ke peresmian forum.

Tapi gapapa, ntar dicari lagi pasti bisa.
Dan klo emang berjodoh pasti bisa kok ketemu tuh rumahnya kakeknya Tian di Jogja.
Insya 4JJI….

Sekian Laporan Ngobrol Bareng Om Razak.
Thx.

Oh iya, ini video yg sempet direkam ama Oggyz.
Lumayan buat ditonton

ngobrol bareng oom razak ( bokap nya tian )

kodenya :

7 Responses to “laporan si raditz dari solo”

  1. met menikmati !!!!
    laporan perjalan gw ke kula lumpur menyusul !!

  2. yah kak jhos mimpi yah kak , kak bagun kak !! lebaran gini msh tdr !!

  3. panjang bgt, ngabisin duit di warnet

  4. thanks atas infonya wil

    ga’ da lw ga’ rame!

  5. ko loe ga join in forum ko ?? eh kmrn ntn ceriwis ga ????

  6. seneng bangetz yach ketemu tian?,aQ juga pengen!,kapan yach?,mimpi kali yee!,CAPE DECH…,

  7. Kalo aq tahu serunya ampe gitu, aq jadi nyesel gak berangkat ke solo….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: