surat dari oom bobby arifin !!!

Surat dari Los Angeles
Ketika Hati Harus Memilih

Seminggu “back-to-school” di University of California Berkeley membuat saya bagai seorang yang terlahir kembali. Kuliah yang disarikan Profesor top sekolah bisnis nomor dua terbaik di AS ini berhasil menyulap saya. Setiap milimeter otak saya digosok lebih mengkilap. Hasilnya otak lebih jernih, lebih kreatif, dan decisive.

Studi kasus pertama langsung jadi ujian berat bagi pribadi saya. Ketika ada begitu banyak pilihan olahraga yang bisa saya liput, cukup sulit membuat keputusan.

Pilihan pertama: menonton konser JLo Jumat malam dan liputan Kobe Bryant Lakers Sabtu malam. Pilihan kedua: menonton konser JLo dan liputan El-Trio-Finale F1 di Sao Paolo, Brasil. Alonso vs Hamilton vs Raikonnen.

Dua tiket menonton konser Jennifer Lopez dan Marc Anthony di Staples Center seharga lima ratus dolar sudah saya beli sejak tiga bulan lalu. Saat itu belum terbayang sengitnya kompetisi di F-1 antara Fernando Alonso vs Lewis Hamilton. Ketika itu meski isu tentang Kobe tidak betah di Lakers sudah mencuat, tapi belum sehangat sekarang.

Jika setelah konser saya langsung terbang ke Sao Paolo, saya baru bisa tiba di sirkuit Interlagos Minggu pukul 11 pagi. Balap mulai pukul 2 siang. Keuntungannya? Jadi saksi Lewis Hamilton juara dunia F-1 termuda? Ini sejarah, bung! Kerugiannya? Bisa jadi saya akan terlewat jadi saksi Kobe Bryant memakai jersey Lakers untuk saat terakhir.

Tapi, rasanya terlalu riskan untuk tiba pada hari Minggu di Brasil. Jadi mau tidak mau saya korbankan nonton konser JLo jika ingin jadi bagian sejarah Lewis Hamilton ataupun Fernando Alonso.

Jujur saja, saya adalah pendukung Alonso. Pasalnya Alonso pernah menyupiri saya naik F-1 tandem 31 Oktober 2001 di Misano Italy. Print out telemetri yang mencatat Alonso “menerbangkan” saya dengan kecepatan 305 km/jam masih begitu lekat di benak saya. Saat itu usianya baru 19 tahun.

Keuntungan jika tetap di Los Angeles? Bisa menonton konser JLo, bisa motret Kobe, tapi hanya bisa nikmati gambar TV hi-definition perjuangan Alonso vs Hamilton vs Raikonnen dari sofa empuk.

Keputusan akhir saya pilih. Saya tinggal di Los Angeles, menikmati balapan F-1 dari layar TV (pilihan yang sama dengan Michael Schumacher) dan memotret Kobe Bryant. Siapa tahu jadi saksi sebagai jurnalis satu-satunya dari Indonesia yang memotret langsung Kobe Bryant memakai jersey Lakers untuk terakhir kalinya!

————————————-

neh satu surat lagi !!!

Kobe or Not Kobe

Musim kompetisi 2007/08 mulai digelar 30 Oktober ini. Salah satu pertandingan pembuka adalah Houston Rockets versus Los Angeles Lakers. Pertandingan bergengsi ini diibaratkan awal dari sinetron 82 episode. Rockets punya sutradara baru bernama Rick Adelman. Ia mantan pelatih Sacramento Kings. Peran utama Rockets dipegang Tracy McGrady dan Yao Ming. Figuran penting adalah Steve Francis, si anak hilang yang kembali lagi.

Bagaimana Lakers? Sang sutradara, Phil Jackson, sungguh tersudut saat ini. Skenario permainan yang sebenarnya sudah baku sangat terganggu oleh isu mundurnya Kobe Bryant dari Lakers.

Pertandingan pramusim ini boleh dibilang sebagai cuplikan adegan yang harus diedit Jackson untuk menentukan cerita di episode perdana melawan Rockets itu. Yang bikin pusing kepala adalah kemungkinan mundurnya sang aktor utama Kobe. Bayangkanlah, 93% dari penonton setia dari tahun lalu sudah membeli tiket terusan, tentunya berasumsi bahwa Kobe tetap menjadi pemeran utama di Lakers.

Yang pasti dari sisi bayaran Kobe tidak mempermasalahkan. Sisi lain, ia ingin memperoleh juara lagi bersama Lakers. Sebagai pemeran utama, ia mengajukan beberapa skenario yang ternyata tak terealisasi.

Usul pertamanya adalah menghadirkan Kevin Garnett. Ternyata Lakers kalah bersaing dengan Boston Celtics. Kobe kecewa? Tentu saja.

Usul kedua adalah agar Jason Kidd diimpor dari New Jersey Nets ke Los Angeles. Nets setuju asal Kidd ditukar dengan pemain kelahiran 1987 bernama Andrew Bynum. Kobe setuju, tapi manajemen Lakers tidak rela melepas Bynum. Bagi Lakers, Bynum bagaikan permata yang jika diasah akan berkilau cemerlang dan bernilai sangat tinggi.

Kecewa Berat

Kecewakah Kobe? Jawabnya adalah sangat kecewa. Saking kelewat kecewa, ocehan aktor utama ini terekam oleh seorang fan: “Manajemen Lakers tidak becus. Kenapa tidak mau barter anak kemarin sore si Bynum dengan Jason Kidd?”

Ocehan ini ditambah pula dengan ancaman Kobe bakal angkat koper dari Lakers. Bujukan Jackson agar Kobe bersabar sempat membuat reda emosinya.

Namun, sebuah berita menggelegar dari pemilik Lakers, Jerry Buss, minggu lalu. “Silakan Anda main di tempat lain jika sudah tidak kerasan di Lakers.” Berita itulah yang membuat situasi tak menentu melanda Lakers.

Akankah Kobe pindah tim? Hingga pertandingan pramusim Minggu pagi WIB, yang diliput langsung oleh oom !!, belum ada tanda-tanda signifikan Kobe akan meninggalkan Lakers meski konon sebagian isi loker Kobe sudah pindah alamat.

Yang pasti Kobe masih bersemangat. Meski main 21 menit hanya mencetak 6 angka, 4 assist, dan 1 rebound serta 1 block shot, Kobe jelas masih memegang kendali.

Derek Fisher, yang berperan sebagai anak hilang yang kembali untuk versi Lakers, mencetak 13 poin meski hanya muncul 9 menit saja. Saat namanya diumumkan sebagai pemain starter, penonton pun memberi tepukan hangat.

Entah disengaja atau tidak Jackson tidak sekali pun memainkan Kobe dan Andrew Bynum bersamaan. Kobe dipasangkan dengan Chris Mihm, Ronny Turiaf, Brian Cook, dan Kwame Brown untuk urusan mencari bola rebound.

Memang di NBA ada pameo segalanya mungkin bisa terjadi. Namun, dengan pertunjukan perdana 30 Oktober itu, para pendukung Lakers pasti sangat berharap Kobe hadir sebagai aktor utama. Jadi, Kobe or not Kobe? Kita tunggu saja  !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: